Thursday, 14 January 2016

Cara Memilih Induk Kenari Berkualitas untuk Diternak

Dalam artikel sebelumnya, kami telah membahas cara berternak kenari. Dan dalam artikel kali ini, kami akan membahas mengenai cara memilih induk kenari berkualitas untuk diternak. Perlu Anda ketahui, jika Anda ingin sukses dalam beternak kenari, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, salah satunya ialah memilih Induk kenari jantan dan betina.

Pemilihan indukan kenari ini sangat berpengaruh bagi burung kenari atau anakan kenari yang akan dihasilkan nanti. Hal ini karena, kebanyakan anakan kenari mewarisi sifat-sifat induknya. Maka dari itu, dalam memilih indukan kenari haruslah cermat. Jika Anda ingin berhasil, maka pilihlah indukan yang berkualitas.

Cara memilih induk kenari

Memilih induk kenari yang berkualitas memang tidaklah mudah. Sebab, Anda harus-harus benar-benar mengetahui apakah kenari tersebut sudah siap untuk dikawinkan atau tidak. Selain itu, Jika Anda berencana untuk membeli indukan kenari, maka Anda perlu mengetahui apakah indukan tersebut sudah pernah produksi, atau justru belum pernah produksi sama sekali.

Dalam pemilihan indukan kenari, jenis induk kenari juga sangat berpengaruh bagi anakan yang akan dihasilkan nantinya. Dalam banyak kasus, seekor anakan kenari bisa dihargai sangat mahal dan juga murah tergantung dari jenis induknya. Misalnya, jika indukan jantan Anda adalah jenis kenari Yorkshire, dan induk betinanya adalah kenari lokal, maka akan menghasilkan anakan jenis F1 yang harga perekornya bisa mencapai jutaan rupiah. Harga tersebut jauh berbeda jika Anda menghasilkan anakan kenari dari induk kenari jantan dan induk kenari betina lokal, maka harganya paling cuma puluhan atau ratusan ribu saja. 

Dalam berternak kenari, tidak bisa dipungkiri indukan yang baik adalah faktor penentu keberhasilan beternak kenari. Untuk itu, ketika memilih indukan, Anda perlu memastikan baik dari segi fisik dan lain sebagainya. Ciri-ciri fisik indukan kenari yang baik adalah kenari yang sudah berusia dewasa atau kenari yang sudah berumur 8 bulan ke atas. Pilihlah kenari dewasa yang  memiliki postur tubuh bagus, bulu-bulu yang indah, tidak sedang dalam proses molting alias ganti bulu, dan tidak memiliki cacat fisik. 

Cara mudah memilih indukan kenari

Agar Anda lebih mudah memilih indukan kenari berkualitas untuk diternak, maka berikut ini akan kami paparkan beberapa ciri kenari yang siap untuk dikawinkan dan diternak.

Ciri-ciri induk kenari jantan yang baik siap kawin dan diternak:

  • Sudah lihai berkicau alias gacor, dan selalu bergerak aktif di dalam sangkar
  • Pejantan kenari yang siap kawin biasanya di bagian bawah perutnya terdapat tonjolan berwarna kemerahan
  • Ketika didekatkan dengan kenari betina, kenari jantan yang sudah siap kawin akan berkicau dan bergerak kesana kemari untuk merayu kenari betina yang ada di dekatnya.

Ciri-ciri kenari betina dewasa yang siap kawin dan diternak:

  • Kenari betina yang siap kawin umumnya akan bereaksi ketika mendengar suara atau kicauan kenari jantan.
  • Jika Anda meletakkan sabut kelapa atau sabut nanas di dalam sangkar atau kandang kenari betina yang sudah siap kawin akan menata sabut-sabut tersebut untuk dibuat sarang. 
  • Apabila Anda memegang kelamin kenari betina siap kawin, maka Anda akan menemukan benjolan yang mirip dengan bisul yang mau pecah. Selain itu, kelamin kenari betina siap kawin biasanya bebas dari bulu, dan terbuka lebar tidak seperti biasanya.

Demikian cara memilih induk kenari berkualitas untuk di ternak, yang bisa kami bagikan kepada Anda. Semoga artikel ini bisa membantu Anda. Selebihnya terimkasih, dan selamat mencoba. 

Cara Merawat Kenari Agar Cepat Gacor

Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi tips tentang cara merawat kenari agar cepat gacor. Cara ini dilakukan untuk kenari muda atau kenari yang baru belajar bunyi. Perawat kenari yang sedang belajar bunyi ini penting untuk dilakukan agar kenari semakin gacor ketika dewasa nanti.

Perawatan kenari yang baru belajar bunyi membutuhkan waktu, kesabaran dan ketelatenan. Hal ini karena biasanya kenari baru bisa bunyi atau berkicau ketika berumur 5–6 bulan. Seiring bertambahnya umur kenari maka kenari akan semakin lihai berkicau. Burung kenari akan semakin gacor ketika dewasa dan siap kawin dengan pasangannya. Namun, semua itu tidaklah mudah, agar kenari cepat gacor, Anda harus melakukan perawatan intensif.  

Atas dasar itulah artikel cara merawat kenari agar cepat gacor ini sengaja kami hadirkan kepada Anda sekalian. Apalagi saat ini banyak para pecinta burung kenari yang lebih memilih membeli kenari mudah, karena memang harganya yang relatif lebih murah. Selain itu, kenari yang masih mudah lebih mudah untuk dibentuk dengan suara-suara burung yang diinginkan si pemilik.

Kenari muda memang mudah dibentuk sesuai keinginan si pemilik. Apalagi jika si pemilik ingin mencetak kenari khusus lomba, maka kenari yang disiapkan harus berusia lebih muda atau burung kenari yang baru berumur 25–30 hari an. Kenapa di usia tersebut? Karena di usia yang ke 25–30 hari adalah waktu yang paling baik untuk memulai proses pembentukan atau pemasteran kenari. 

Lantas, bagaimana cara merawat kenari mudah agar cepat bunyi dan gacor? Berikut ini akan kami sajikan beberapa hal terkait perawatan kenari muda atau kenari yang baru berusia 3 sampai 4 bulanan. Perawatan ini bertujuan agar kicau kenari semakin indah, memiliki fisik prima, dan memiliki mental juara. 

Memberi Pakan Berprotein Tinggi

Semua jenis hewan termasuk kenari membutuhkan nutrisi tinggi untuk menunjang pertumbuhan sel, bulu, serta perkembangan fungsi organ-organ tubuhnya. Namun, untuk burung kenari kadar gizi yang terkandung dalam pakan harus disesuaikan dengan umur burung kenari tersebut. 

Burung kenari seperti halnya burung-burung lainnya membutuhkan pakan berprotein tinggi sejak usia muda. Ketika kenari berumur 4 bulanan, kadar protein yang baik adalah 20-22%.  Pemberian protein ini penting untuk memacu perkembangan dan fungsi organ tubuh kenari muda yang belum terbentuk secara sempurna. Protein ini juga akan menunjang pertumbuhan badan kenari. 

Ketika kenari berusia 4–7 bulan atau sudah menginjak usia remaja, maka kebutuhan protein bisa dikurangi, dalam hal ini Anda bisa memberi pakan yang memiliki kadar protein 14–16 % saja. Setelah burung kenari berusia 8 bulan lebih, kebutuhan protein harus ditambah, dalam hal ini Anda bisa memberi pakan yang memiliki kadar protein 17–20%. 

Selain protein, kenari muda yang baru belajar kicau juga membutuhkan mineral dan vitamin. Sebagian besar kebutuhan mineral dan vitamin tersebut sudah ada dalam biji-bijian, namun itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian burung kenari. Maka dari itu, dibutuhkan pakan tambahan yang lebih banyak mengandung vitamin dan mineral, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Sayur-sayuran yang memiliki daun berwarna hijau gelap sangat baik untuk kenari muda, karena kandungan vitamin A dan vitamin C lebih banyak. Selain itu, sayur-sayuran yang berdaun hijau gelap umumnya mengandung beberapa mineral seperti kalsium, fosfor, zat besi dan magnesium yang sangat dibutuhkan burung kenari pada masa pertumbuhan. Karotenoid yang terkandung dalam sayuran berdaun hijau gelap juga baik untuk menangkal dan memerangi radikal bebas pada burung kenari. 

Selain sayuran, buah-buahan juga sangat baik bagi kenari yang masih dalam masa pertumbuhan. Adapun pemberian pakan buah pada burung kenari sebaiknya ¼ bagian saja. Buah-buahan yang baik untuk burung kenari diantaranya adalah buah apel dan peer. Dalam pemberian peer dan apel jangan lupa mengupas kulitnya dan membuang bijinya terlebih dahulu. 

Makanan tambahan juga sangat diperlukan. Burung kenari dan burung jenis finch lainnya memerlukan pakan tambahan di luar pakan utamanya. Pakan tambahan yang bisa diberikan pada kenari muda antara lain telur rebus, kroto, dan egg food.

Jika Anda ingin yang lebih mudah, telur puyuh rebus bisa digunakan sebagai pakan tambahan. Selain itu, telur puyuh rebus juga dipercaya bisa meningkatkan birahi kenari dengan cepat. Maka dari itu, berilah telur puyuh rebus secara berkala agar burung kenari tidak mengalami over birahi.

Melakukan penjemuran

Perawatan burung kenari agar cepat gacor yang kedua adalah penjemuran. Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, burung kenari yang baru berusia kurang dari 4 bulan membutuhkan sinar matahari untuk mendukung pertumbuhan, menguatkan tulang, dan memperlancar penyebaran minyak yang melapisi bulu-bulu kenari sehingga menjadi kuat dan berkilau.

Sinar matahari sangat baik untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran burung kenari. Hal ini karena sinar matahari mengandung banyak vitamin D. Vitamin D ini sangat dibutuhkan burung kenari yang masih dalam masa pertumbuhan. Waktu yang paling baik untuk melakukan penjemuran yaitu sekitar jam 09.30 sampai jam 10.00 waktu pagi, karena apabila penjemuran melewati waktu tersebut misalnya jam 10.30 maka burung kenari akan mudah terserang dehidrasi dan iritasi mata
.
Pemasteran 

Langkah terakhir perawatan burung kenari agar cepat gacor adalah pemasteran. Waktu pemasteran burung kenari yang baik ialah ketika burung kenari berusia 25–30 hari. Namun, jika Anda tidak memiliki burung kenari yang berusia 25–30 hari Anda juga bisa menggunakan burung kenari yang sudah berusia sekitar 3 bulan.

Adapun cara pemasteran burung kenari itu sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya ialah dengan menggunakan atau memanfaatkan media elektronik, seperti mp3 yang berisi suara kicauan kenari atau burung-burung lainnya. Penggunaan media elektronik ini selain mudah dan minim biaya, tapi juga lebih efektif daripada Anda harus membeli burung kicauan yang harganya bisa jutaan rupiah. Namun demikian, berhasil atau tidaknya pemasteran burung kenari tergantung dari waktu, penempatan dan pengaturan suara master burung yang digunakan.

Pemasteran burung kenari yang baik ialah dengan cara meletakkan sumber suara master dan kenari yang dimaster dalam satu ruangan. Sehingga, burung kenari bisa mempelajari suara burung master yang diputar dengan tenang, mudah dan cepat.

Itulah beberapa tips merawat burung kenari belajar kicau agar kenari cepat gacor. Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ada salah, mohon maaf dan kritik serta saran Anda sangat kami harapkan. 

Cara Merawat Burung Kenari yang Sedang Mengerami Telur

Pada kesempatan kali ini, bibitkrotomurah.blogspot.co.id akan berbagi tips cara merawat Burung Kenari yang sedang mengerami telur. Perlu diketahu bahwa, setelah proses bertelur usai, ada satu tahapan yang sangat penting yang harus Anda lakukan agar telur-telur tersebut menetas dengan baik dan menjadi anakan Kenari yang sehat. Dalam hal ini, seekor induk Burung Kenari membutuhkan waktu kurang lebih 14 hari untuk mengerami telur-telurnya hingga menetas. Selama waktu pengeraman telur tersebut, ada baiknya Anda membuat catatan khusus. Catatan ini penting agar Anda mudah mengawasi Kenari yang sedang mengerami telurnya. 

Catatlah setiap perkembangan yang ditunjukkan Burung Kenari kesayangan Anda. Dengan catatan-catatan tersebut Anda bisa memperkirakan kapan waktu telur-telur Kenari yang sedang dierami si Induk Kenari tersebut menetas. Selain itu, catatan-catatan tersebut akan memberi tahu Anda bahwa telur-telur tersebut tidak bisa menetas karena telah kadaluarsa atau sudah melewati batas waktu mengerami telur. Berkaitan dengan hal itu, telur yang tidak bisa menetas bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu; indukan mandul dan juga karena indukan Kenari yang tidak sehat. 

Lantas, bagaimana cara merawat kenari yang sedang mengerami telur? Berikut ini cara merawat burung kenari yang sedang mengerami telur, yang berhasil bibitkrotomurah.blogspot.co.id himpun dari beberapa artikel para pakar Kenari. 

Memberi Pakan yang Tepat

Agar proses pengeraman telur Kenari berhasil, maka Anda harus memberikan pakat yang tepat pada Indukan. Sebab, pakan yang tepat akan sangat berpengaruh bagi kesehatan kenari dalam hal ini indukan Burung Kenari yang sedang melakukan proses pengeraman.

Perlu diketahui bahwa, setelah indukan Kenari bertelur sebanyak 3-4 butir, maka induk Kenari yang sehat akan selalu berada di sarangnya untuk mengerami telur-telurnya dan sesekali akan pergi untuk mencari makan. Berbeda dengan indukan Kenari yang kurang sehat, ia akan lebih banyak bergerak, meloncat kesana kemari daripada mengerami telur-telurnya. Untuk itu, dalam memberikan pakan, gizi yang terkandung dalam pakan wajib Anda perhatikan. 

Intinya, jika Anda ingin telur-telur kenari menetas dengan baik, Anda harus memerhatikan kebutuhan pakan indukan kenari yang sedang melakukan proses pengeraman. Perhatikan pakan indukan Kenari tercukupi. Dalam hal ini, Anda bisa memberikan pakan utama berupa biji-bijian dan ada baiknya jika Anda memberikan pakan tambahan berupa sayur-sayuran dan juga telur puyuh. 

Memperhatikan Kebersihan Kandang

Langkah kedua cara merawat burung kenari yang sedang mengerami telur adalah memperhatikan kebersihan kandang. Kebersihan kandang atau sangkar Burung Kenari sangat menentukan keberhasilan penetasan telur Kenari. Kandang yang bersih akan menghindarkan Burung Kenari kesayangan Anda jauh dari serangan berbagai penyakit. Berbeda jika kandang kotor. Dalam proses pengeraman kandang yang kotor bisa membuat Burung Kenari mudah terserang kutu. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kandang Anda tetap bersih, yaitu:

Pertama, pastikan kandang Kenari tetap kering. Sebab apabila kandang Kenari lembab akan mendatangkan kutu yang sangat berbahaya bagi Indukan Kenari yang sedang melakukan proses pengeraman. Kedua, bersihkan kandang secara rutin. Selalu bersihkan kandang kenari dari sisa-sisa makanan dan kotoran. Hal ini bertujuan agar Burung Kenari merasa betah dan nyaman berada di sangkarnya ketika proses pengeraman telur berlangsung. 

Kotoran yang berjibun di kandang bisa mendatangkan berbagai macam penyakit. Sedangkan sisa-sisa makanan yang berserakan di kandang berpotensi mendatangkan semut. Semut-semut tersebut sangat berbahaya, karena akan mengerumuni telur dan mengigit indukan Burung Kenari yang sedang mengerami telur. Apabila hal ini tidak diperhatikan akibatnya bisa fatal. Indukan kenari bisa saja mati, karena serangan semut-semut tersebut. 

Merawat Indukan Kenari dengan Baik

Ketika proses pengeraman telur berlangsung, indukan kenari perlu dirawat dengan baik. Buatlah indukan kenari selalu berada dalam kondisi nyaman. Dan selama dua minggu pengeraman tersebut, ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

Pertama, hindari menggunakan wadah air minum yang besar. Hal ini agar indukan kenari tidak sering-sering mandi. Karena jika indukan sering-sering mandi, maka tubuhnya akan basah, lembab dan dingin. Ketika tubuh indukan Kenari basah, lembab, dan dingin, akan memperkecil peluang keberhasilan penetasan telur.

Kedua, jauhkan kandang dari berbagai predator berbahaya, seperti kucing, tikus, semut, dan berbagai hewan predator lainnya. Ketiga, jauhkan sangkar burung dari ventilasi atau jendela yang terkena hembusan angin secara langsung. Hal ini karena, jika angin terkena hembusan angin yang berlebihan akan membuat Burung Kenari tidak sehat.

 Keempat, jangan menjemur kenari ketika proses pengeraman telur sedang berlangsung. Hal ini karena, ketika proses pengeraman induk kenari sedikit makan dan minum. Sehingga apabila Kenari di jemur akan membuatnya dehidrasi dan beresiko tinggi mengalami kematian. 

Itulah beberapa tips cara merawat burung kenari yang sedang mengerami telur yang bisa bibitkrotomurah.blogspot.co.id bagikan. Semoga artikel ini bermanfaat..!!!!

Tuesday, 29 December 2015

Cara Merawat Kenari Agar Gacor Panjang

Kali ini bibit krotomurah.blogspot.com akan membahas mengenai cara merawat kenari agar gacor panjang. Namun, perlu diketahui bahwa Burung Kenari adalah burung yang sangat lihai berkicau, dan ketika berkicau ia bisa bertahan cukup lama. Karena kelebihan itulah Burung Kenari sangat diminati bahkan dikagumi oleh para kicaumania. Bagi pecinta Burung Kenari itu sendiri memiliki Burung Kenari yang suka berkicau apalagi mampu berkicau dalam waktu lama merupakan kebanggaan tersendiri. Maka wajar jika banyak orang yang memburu burung cantik yang rajin gacor siang malam ini, baik untuk hiburan, hiasan maupun untuk perlombaan.

Burung kenari yang rajin berkicau alias nggacor merupakan salah satu tanda bahwa Burung Kenari tersebut adalah Burung Kenari yang bagus dan berkualitas. Selain itu, ada banyak faktor untuk mengetahui bahwa Burung Kenari tersebut bagus dan berkualitas, diantaranya adalah ciri atau bentuk fisik, warna bulu yang indah dan lain sebagainya. Dalam sebuah perlombaan, penilaian Burung Kenari berkualitas juga didasarkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah suara atau kicauannya, ciri fisiknya, warna bulunya dan lain sebagainya. Dalam dalam artikel kali ini, bibitkrotomurah.blogspot.com hanya akan fokus pada Cara Merawat Kenari Agar Gacor Panjang.

Mungkin dalam benak Anda akan bertanya-tanya, bagaimana cara agar burung kenari mampu berkicau lama? Perlu diketahui bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan Burung Kenari bisa berkicau lama, tampil prima dan gacor siang malam, salah satunya ialah kualitas penjemuran Kenari. Maksud dari kualitas penjemuran adalah apabila penjemuran Burung Kenari dilakukan dengan tepat dan teratur, maka Burung Kenari akan lebih sehat dan bugar. 

Selain kualitas penjemuran, faktor makanan juga berpengaruh terhadap ketahanan Burung Kenari dalam berkicau. Untuk itu, jika Anda menginginkan Burung Kenari kesayangan Anda mampu berkicau dengan lama, berilah Burung Kenari kesayangan Anda dengan pakan yang berkualitas. Pakan yang berkualitas akan membuat Burung Kenari, sehat dan bugar. Ketika burung sehat, maka ia akan semakin gacor.

Faktor ketiga yang dapat membuat Kenari Agar Gacor Panjang ialah kebersihan kandang. Kandang Burung Kenari harus benar-benar diperhatikan kebersihannya. Jangan sampai sangkar Burung Kenari jarang dibersihkan dan kotor. Sebab, ketika kandang kotor Burung Kenari akan merasa bosan tinggal di sarang dan juga Burung Kenari akan mudah terserah penyakit. 

Dari ketika faktor tersebut, intinya adalah menjaga agar Burung Kenari tetap sehat dan bugar. Ketika Burung Kenari sehat dan bugar, Burung Kenari pun tidak akan sungkan-sungkan untuk mengeluarkan suara merdunya. Adapun cara yang lebih spesifik agar Burung Kenari gacor panjang, adalah sebagai berikut:

Mandikan dan jemur Burung Kenari setiap hari. Adapun penjemuran Burung Kenari yang baik sebaiknya dilakukan selama dua jam di waktu pagi, yakni sekitar jam 8 sampai 10 pagi, dan sore hari setelah ashar atau jam 15.00 sampai jam 16.00. Penjemuran ini bertujuan untuk melatih nafas Burung Kenari. Burung Kenari yang rajin dijemur akan memiliki nafas panjang, tubuh sehat, bugar dan kuat, sehingga Burung Kenari mampu berkicau dengan durasi waktu yang lama. 

Itulah Cara Merawat Kenari Agar Gacor Panjang. Jika kita memiliki burung kenari yang gacor, tentu kita akan senang. Selain itu, Burung Kenari yang rajin berkicau dan mampu berkicau lebih lama, badannya sehat dan bugar, tentu harga Burung Kenari akan semakin mahal. Maka dari itu rawatlah Burung Kenari kesayangan Anda dengan baik, berilah pakan yang berkualitas, jangan lupa selalu bersihkan sangkarnya dan akhirnya, terimakasih telah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat!!!! salam Kicau Mania!!!

Cara Meloloh Anakan Murai Batu Umur 15-39 Hari

Anakan Burung Murai Batu pada dasarnya sama dengan anakan burung kicauan lainnya. Ia tidak bisa makan dan juga mandi sendiri. Selain itu ada waktu dimana seekor anakan burung akan mengalami proses kritis. 

Waktu yang dimaksud ialah ketika anakan sudah berumur 1-7 hari, sehingga pada waktu-waktu tersebut Anda tidak bisa melakukan pemanenan. Sebaliknya, Anda harus dengan teliti, hati-hati dan cermat dalam melakukan perawatan agar anakan tidak mati. Jika salah sedikit saja, akibatnya bisa fatal, anakan bisa cacat bahkan mati.


Setelah waktu kritis usai, maka pada usia 8-14 hari, Anda bisa melakukan pemanenan dan memberikan makan anakan dengan Voer. Setelah itu, yakni ketika anakan berumur 15-39 Anda bisa memberi makan dengan cara melolohnya. Pertanyaanya, bagaimana cara meloloh anakan murai batu umur 15-39 hari yang benar? Berikut ini adalah cara memberikan makanan atau meloloh Burung Murai Batu kesayangan ketika berumur 15-39 hari. Yaitu:

  1. Untuk Murai Batu umur 15-39 hari, makanan yang paling baik adalah Voer dan Kroto. Maka dari itu Anda bisa memberikan makan atau meloloh burung kesayangan Anda dengan Voer dan Kroto.
  2. Ketika anakan Burung Murai Batu memasuki umur 8-14 hari perbandingan Kroto dan Voer nya adalah 30:70 persen, dan ketika anakan Burung Murai Batu memasuki usia 15 hari perbandingan antara Kroto dan Voer-Nya adalah 50 % : 50 %.
  3. Karena anakan Burung Murai Batu belum bisa mengunyah dengan baik, maka Anda harus menghaluskan Voer terlebih dahulu, kemudian sedu dengan air hangat dan campurkan dengan Kroto.   
  4. Sebaiknya beri rentang waktu pemberian pakan atau pelolohan. Sebaiknya ketika meloloh anakan Murai Batu dilakukan pada waktu pagi yakni sekitar jam 06.00 pagi dan sore hari sekitar jam 18.00.
  5. Ketika anakan Murai Batu memasuki umur 20 hari, umumnya sudah bisa makan sendiri, bahkan ia sudah bisa memakan Voer kering.
  6. Setelah anakan Burung Murai Batu sudah memasuki umur 25 hari, Anda sudah bisa memberikan pakan EF, seperti Jangkrik, Ulat Kandang/ Ulat Hongkong dan lain sebagainya.
  7. Ketika memberikan pakan Jangkrik, sebaiknya jangan menggunakan lidi. Sebab jika Anda meloloh dengan menggunakan lidi, anakan Murai Batu akan menjadi manja, dan hal ini akan berimbas pada proses pembesaran nantinya.
  8. Ketika anakan Murai Batu sudah berumur 30 hari, biasanya sudah bisa mandi sendiri. Selain itu, pisahkan antara satu anakan dengan anakan lainnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya karakter fhigther yang ia miliki.

Demikian delapan cara melolohkan anakan Murai Batu umur 15-39 hari yang benar. Selain delapan cara tersebut, sebenarnya masih banyak cara-cara lain yang bisa Anda lakukan. Selebihnya, agar proses perawatan anakan Murai Batu berhasil, selalu perhatikan kebersihan sangkar. Hal ini karena kandang atau sangkar kotor mudah dihinggapi bakteri dan berbagai penyakit berbahaya yang sewaktu-waktu bisa menyerang burung kesayangan Anda

Cara Mengatasi Murai Batu yang Mencabuti Bulunya Sendiri


Kali ini bibit krotomurah.blogspot.com akan sedikit berbagai tips tentang Cara Mengatasi Murai Batu yang Mencabuti Buluny Sendiri. Perlu diketahui bahwa biasanya Murai Batu mencabuti bulunya mulai dari bulu ekor, kemudian dilanjutkan pada bulu-bulu lainnya, seperti bulu dada, bulu paha, serta sayap.

Jika Anda adalah seorang Breeder tidak segera menangani kondisi ini, maka bulu-bulu Murai Batu kesayangan Anda akan rusak parah. Ketika bulu-bulu Murai Batu sudah rusak parah, maka ia membutuhka waktu yang cukup lama untuk membuat bulunya seindah seperti semula. 

Untuk itu, ketika Burung Murai Batu kesayangan Anda terlihat mencabuti bulu-bulunya, segeralah lakukan penanganan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiku kerusakan bulu pada Burung Murai Batu Kesayangan Anda. 

Cara Untuk Mengatasi Murai Batu yang Mencabuti Bulunya Sendiri

Sebelum artikel ini membahas pokok permasalahan, yakni Murai Batu mencabuti bulunya sendiri, ada baiknya Anda mengetahui sebab-sebab mengapa Burung Murai Batu mencabuti bulunya. Hal ini penting, agar Anda tahu dan memahami bagaimana tindakan pencegahan yang harus Anda lakukan. 
Adapun sebab-sebab  Burung Murai Batu mencabuti bulunya adalah sebagai berikut:

  1. Terkontaminasi oleh kutu dan bakteri.
  2. Burung mengalami over birahi.
  3. Burung menderita penyakit yang serius.
  4. Burung mengalami penurunan mental.
  5. Burung mengalami malnutrisi.


Lima hal di atas merupakan penyebab utama mengapa Murai Batu mencabuti bulunya. Lantas bagaimana cara mengatasi Murai Batu yang mencabuti bulunya sendiri. Berikit ini adalah cara-cara yang sering digunakan oleh ara Breender.
  1. Kurangi pemberian makan Jangkrik sebanyak 1/3 bagian. Apabila Anda biasanya memberi makan 6 jangkring per-hari, pada saat penyembuhan Murai Batu mencabuti bulunya, maka Anda bisa memberinya 4 ekor saja per hari. 
  2. Hindari memberi makan EF dalam proses penyembuhan. Dalam hal ini Anda bisa menggunakan Voer dan Jangkrik saja. 
  3. Hentikan terlebih dahulu proses pemasteran, pemandian dan penjemuran ketika dalam proses penyembuhan.
  4. Agar proses penyembuhan berjalan dengan lancar, gantung sangkar burung di tempat khusus dan jauh dari keramaian.
  5. Ketika menggantung sangkar burung tidak usah menggunakan kerudung. Namun demikian, Anda harus memastikan bahwa tempat tersebut aman dan terhindar dari racun, polusi udaha dan juga gangguan-gangguan lainnya. 

Lima hal di atas merupakan cara mengatasi Murai Batu yang mencabuti bulunya sendiri yang bisa Anda lakukan. Namun, demikian dalam proses penyembuhan Anda dituntut untuk sabar. Hal ini karena, proses penyembuhan ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Selebihnya, ketika proses ini berhasil biasanya ditandai dengan kondisi Murai Batu mabung. 

Thursday, 24 December 2015

Perawatan Burung Cendet Cepat Gacor


Burung Cendet / Burung Pentet merupakan salah satu burung predator yang memiliki suara variasi isian yang sangat baik. Banyak Kicaumania yang menganggap perawatan burung jenis ini susah. Sebenarnya, merawat burung ini sama mudahnya dengan merawat burung berkicau jenis lain. Burung  Cendet adalah burung cerdas dari keluarga Turdidae. Cendet termasuk burung favorit untuk para penghobi yang senang dengan burung yang bisa menirukan berbagai suara burung lain. Dulu sekitar awal 1990-an, cendet merupakan burung yang belum banyak diminati. Bahkan harganya tidak lebih dari harga burung kutilang. 

Namun, dalam perkembangannya, orang mengetahui bahwa selain memiliki bentuk fisik yang indah, ternyata burung ini mempunyai suara yang menarik dan dapat memaster suara burung lainnya. Karena itu, berbondong-bondonglah orang berusaha mendapatkan burung ini dan mencari kualitas yang terbaik. Tipe suara Cendet yang ngerol, cenderung mendominasi suara ocehan burung lainnya jika kita gantang di dalam rumah bersama-sama. Dibanding burung lain, Cendet yang bisa memiliki lagu variatif (tergantung pola pemasterannya) ini, memiliki warna suara yang merdu. Meski bisa sangat keras, tetapi tidak memekakkan telinga. Beda dengan warna suara burung-burung kicauan lainnya.

Habitat Burung Cendet

Cendet juga memiliki nama lain, seperti bentet, pentet, dan toet (Jawa Barat) dan burung ini merupakan burung petengger dan pemangsa yang agresif dari Famili Laniidae. Famili Laniidae mencakup 74 spesies yang dibagi dalam 4 subfamili. Cendet yang umum termasuk dalam subfamili Laniinae dan Genus Lanius. Jenis cendet sendiri bermacam-macam yang tersebar di beberapa wilayah di dunia. Salah satunya, adalah cendet abu-abu besar (L excubitor). Spesies ini memiliki ukuran tubuh terbesar dengan panjang sampai 25 cm. Cendet ini berkembang biak di Eropa, Asia, dan Amerika Utara.

Bersama dengan cendet hitam putih (L ludovicianus), burung – burung ini merupakan spesies yang biasa tinggal di dunia baru (Amerika). Jenis lainnya, cendet abu-abu kecil (L.minor) yang memiliki habitat di Eropa Selatan, Asia Tengah, dan Afrika bagian timur. selain itu, Cendet kepala merah (L senator) yang tinggal di Inggris bagian selatan, Eropa, Asia, dan Afrika. Ada pula jenis burung bentet yang memiliki bentuk serupa yang terdapat di India dan Asia Tenggara, yakni cendet cokelat (/.. christatus) yang banyak dilombakan di Indonesia dan cendet leher hitam (L colarris).

Burung ini memiliki habitat asli di hutan, terutama di pepohonan tinggi. Makanan yang disukainya adalah biji-bijian, serangga, dan buah. Sarang burung ini biasanya terbuat dari ranting, rumput, lumut, bunga-bungaan, wol, dan bulu yang diikat dengan menggunakan sarang laba-laba dan dikaitkan ke pohon atau semak-semak pada ketinggan 4—6 meter dari atas tanah. burung ini mampu menghasilkan telur sebanyak 3—6 butir per periode masa bertelur. Telur-telur ini akan menetas setelah dierami selama dua minggu. Pada masa pengeraman, sebagian besar waktu induk betina dihabiskan untuk mengerami telurnya. Untuk mendapatkan makanan, induk jantan akan menyuapinya. Pada usia 2—3 minggu setelah menetas, biasanya anakan cendet telah mulai belajar terbang dan meninggalkan sarangnya.

Ciri-Ciri Burung Cendet Berdasar Daerah Asal

Panjang tubuhnya 20—25 cm. Paruhnya membentuk kait di bagian ujung, serupa dengan burung falkon, sejenis burung elang. Cendet juga memiliki tungkai yang kuat dan cakar yang tajam yang dipergunakan untuk mencengkeram mangsanya di udara. Sayap yang pendek dan bulat menyandang 10 batang bulu sayap luar primer dan ekor yang bulat memiliki 12 bulu yang berfungsi sebagai kemudi ketika cendet sedang terbang. Cendet juga mempunyai bulu kaku yang tumbuh di sekitar moncongnya.

Ciri khas burung cendet adalah ekornya yang panjang dan akan meliuk-liuk jika sedang berbunyi. Nyanyian cendet mencakup nada-nada yang harmonis. Berbeda sekali dengan pekikannya yang ribut dan kedengaran kencang melengking. Sifat asli burung cendet adalah galak. Jika mematuk, biasanya sekaligus menggigit dengan paruhnya yang tajam. Jika menggigittangan atau bagian tubuh lainnya, biasanya akan meninggalkan bekas gigitan di bagian tubuh tersebut. Namun, jika burung cendet ini kita pelihara sejak piyikan, sifat galaknya akan sedikit hilang. Bahkan burung ini akan mendekat jika melihat tangan kita. Cendet akan langsung turun seolah-olah kita akan memberinya makan.

Cara Membedakan Burung Cendet Jantan dan Betina

Untuk membedakan jenis kelamin burung cendet dapat dilakukan dengan cara mengamati bagian samping kiri dan kanan burung. Jika di bagian pipinya ada warna hitam yang mencolok sekali, menunjukkan bahwa cendet tersebut berkelamin jantan. Untuk betina, warna hitamnya terlihat semu. Dilihat dari bentuk kepalanya, cendet betina biasanya mempunyai kepala agak menggelembung. Sementara itu, jantannya memiliki bentuk kepala yang agak ceper mendatar. Untuk lebih pasti dapat dilihat di bagian supit burung. Burung cendet jantan mempunyai supit kecil panjang ditandai dengan motif bulu berupa garis tidak beraturan di bagian supitnya. Pada betina, bentuk supitnya besar dengan motif bulu garis teratur seperti kembang.

Cara Perawatan Burung Cendet Agar Cepat Gacor

Perawatan harian untuk burung Cendet relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten. Berikut ini pola perawatan harian dan stelan harian untuk burung Cendet.

  • Pukul 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Pukul 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
  • Berikan Jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.

Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (pukul 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Pukul 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Pukul 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
  • Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 2x seminggu.
  • Pemberian cacing diberikan 1 ekor 2x seminggu.
  • Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.

Perawatan dan Setelan Lomba Burung Cendet 

  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 5 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.
  • Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Cendet lain.
  • Lakukan mandi malam (pukul 19.00-20.00) pada H-1.

Perawatan dan Stelan Burung Cendet Pascalomba

Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung. Berikut ini pola perawatan dan stelan pasca lomba untuk burung Cendet.

  • Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
  • Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
  • Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

Masalah Utama Burung Cendet 

Bulu Mudah Rontok

Penyebabnya antara lain (1) Makanan mengandung lemak dan/atau kalori tinggi sehingga membuka pori-pori kulit; (2) Bulu belum kuat sudah banyak diadu/ditrek; (3) Selama masa mabung tidak mendapat asupan nutrisi yang baik, terutama mineral.

Loncat-loncat

Penyebabnya adalah kurang birahi atau bisa juga terlalu galak, serta adanya gangguan parasit, terutama air sac mite, yakni tungau kantung udara yang tidak kasat mata. Jika burung terlalu galak, disemprot sprayer sedikit sebelum tanding; atau bisa juga diberi cacing.

Kutuan

Sementara untuk burung kutuan atau kena tungau, burung memang sepertinya tidak kutuan, tetapi sesungguhnya membawa tungau di kantung udaranya. Bisa diatasi dengan penyemprotan obat antikutu.

Tidak Segera Bunyi

Burung Cendet tidak segera bunyi biasanya disebabkan burung masih terlalu muda atau burung tidak fit.

Nyekukruk 

Disebabkan karena tidak semangat, biasanya dikarenakan cacingan. Atasi dengan obat cacing.

Cara Memilih Induk Kenari Berkualitas untuk Diternak

Dalam artikel sebelumnya, kami telah membahas cara berternak kenari. Dan dalam artikel kali ini, kami akan membahas mengenai cara memili...