Peluang Usaha Budidaya Jangkrik dan Pemasaranya

usaha-jangkrik-usaha-ternak-jangkrik-cara-usaha-jangkrik

Semakin tingginya permintaan Jangkrik di pasaran saat ini telah membuka peluang baru bagi kita semua untuk menekuni usaha budidaya Jangkrik. Apalagi, dari tingginya permintaan Jangkrik di pasaran tidak diimbangi dengan ketersediaan Jangkrik. Dalam artian stok Jangkrik di pasar selalu kurang. 

Tingginya permintaan Jangkrik dipasaran ini dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah semakin meningkatnya penggemar burung kicauan, banyaknya pemelihara ikan hias, dan juga banyaknya pelaku usaha budidaya ikan, seperti budidaya Ikan Lele, Ikan Patin, Ikan Gurame dan Ikan Nila.

Perlu diketahui bahwa untuk burung kicauan per harinya perlu diberi makan 1–2 ekor Jangkrik. Sedangkan untuk ikan hias, seperti Ikan Arwana sedikitnya membutuhkan 10 ekor Jangkrik per harinya. Padahal, ada ratusan bahkan ribuan Ikan Arwana dan burung kicauan yang dipelihara di negeri ini. Sehingga kebutuhan Jangkrik setiap harinya bisa jutaan ekor. Ditambah untuk kebutuhan ekspor, semuanya baru terpenuhi 4%. Jadi masih banyak peluang untuk menerjuni usaha budidaya atau ternak Jangkrik ini. 

Seperti telah disinggung di atas bahwa Jangkrik juga menjadi komuditi eskpor. Dibeberapa negara, Jangkrik digunakan sebagai bahan kosmetik. Salah satu negara importir Jangkrik dari Indonesia adalah Singapura. Bahkan belakangan ini, exspor Jangkrik sudah merambah ke Amerika dan Eropa.

Singapura sendiri sampai saat ini meminta pasokan Jangkrik dari Indonesia sekitar 100 ribu ekor per-hari. Namun, dari jumlah tersebut tidak seluruhnya terpenuhi. Menurut Hj. Lis Mulyono, seorang eksportir yang juga peternak Jangkrik asal Desa Ngangkrik, Triharjo, Sleman, Yogyakarta, volume ekspor Jangkrik hanya sekitar 40 ribu ekor per-minggu. Dapat dibayangkan kekurangan pasokan untuk Singapura sendiri sekitar 660 ribu ekor per-minggu. 

Harga Jangkrik di pasar dalam negeri dan mancanegara memang sangat jauh berbeda. Harga Jangkrik clondo dipasar burung sekitar Yogyakarta dan Solo Rp. 75,00/ekor, Semarang Rp. 85,00/ekor dan Jakarta Rp. 125,00/ekor. Untuk harga Jangkrik indukan Rp.500,00–750,00/ekor. Jangkrik untuk aduan biasa dijual dengan harga sekitar Rp. 250,00–500,00/ekor. Selain Clondo, telur Jangkrik pun diminati pembeli dengan harga yang dapat mencapai Rp. 15.000 per-sendok makan, atau sekitar 200–300 ribu per kilogram.

Untuk pasar ekspor sendiri, harga Jangkrik sangat mahal. Tercatat harga Jangkrik clondo di pasar Singapura mencapai Rp. 1.000/ ekor. Sementara di Amerika dan Eropa mencapai 0,2 US$ atau sekitar Rp. 2.000. ekor dengan asumsi kurs Dollar sebesar Rp.10.00.

Dengan memperhatikan kebutuhan Jangkrik yang sangat banyak dan harga yang cukup menggiurkan, bukan tidak mungkin Jangkrik akan semakin diminati untuk diternakkan. Bahkan jumlah kebutuhan Jangkrik setiap tahunnya semakin meningkat. Untuk itu dapat dikatakan pasar Jangkrik untuk beberapa tahun ke depan tidak akan surut, sehingga rupiah demi rupiah dapat diraup hanya dengan beternak binatang malam ini. 

Dengan modal yang tidak terlalu besar, usaha peternakan ini sangat tepat dikelola oleh pemodal kecil. Di Yogyakarta, Solo, Bandung dan Jakarta, sudah terbentuk koperasi Jangkrik yang diberi nama KOPPJI (Koperasi Peternak dan Pedagang Jangkrik Indonesia). Sebagai peternak kita bisa bergabung dengan koperasi ini untuk memasarkan hasil panen dan juga membantu mengatasi kendala yang dihadapi. Untuk kesuksesan usaha, kualitas produk harus tetap dijaga, bahkan ditingkatkan agar dapat menembus pasar ekspor yang baru terjaga sebagian kecil saja.

.