Cara Penetasan Telur Jangkrik

analisa usaha budidaya jangkrik, jual telur jangkrik, telur jangkrik, cara menetaskan telur jangkrik, penjual telur jangkrik

Telur-telur dari marga Gryllus berbentuk silindris seperti buah pisang ambon, berwarna kuning muda bening dengan panjang rata-rata 2,5-3 mm. Di salah satu bagian atas dari telur ada tonjolan yang disebut operculum. Tonjolan ini merupakan celah untuk keluarnya nimfa dari dalam telur. Kulit telur bila ditekan tidak akan pecah karena sangat liat dan kuat, baru bisa pecah bila ditusuk. Kulit telur ini berfungsi melindungi bagian dalam telur. 

Saat telur baru diletakkan berwarna kuning muda, cerah, dan segar. Satu hari kemudian warnanya berubah menjadi kuning tua cerah dengan garis-garis halus berwarna abu-abu. Tanda-tanda telur yang tidak bisa menetas adalah berwarna kuning agak gelap de-ngan permukaan keriput. 

Kenapa telur tidak dapat menetas? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, mungkin telur terserang parasit atau penyakit. Kedua, mungkin telur tersebut tidak terbuahi oleh jangkrik jantan. Ketiga, pada saat bertelur kondisi lingkungan tidak mendukung, seperti tidak adanya sarana tempat peletakan telur dan kelembapannya tidak mencukupi. 

Di alam jangkrik dapat bertelur dan menetaskan telurnya pada tanah atau pasir. Telur ini dikeluarkan dan ditusukkan melalui ovipositornya sedalam 5-15 mm di tanah atau pasir. Jangkrik betina dapat bertelur walaupun tidak dikawini jantan. Namun, telurnya tidak dapat menetas yang disebut dengan telur infertil (tidak subur). 

Telur ini diletakkan berkelompok. Dalam satu kelompok yang jumlahnya antara 4-120 butir ini menetasnya tidak bersamaan. Telur akan menetas di permukaan kapas atau kain yang lembut dan basah pada kisaran hari ke-13 sampai hari ke-25 setelah peletakan telur. 

.